Jakarta, - Komunikasi menjadi kata kunci untuk kesuksesan dalam bisnis pelayanan jasa pengelolaan gedung hunian. Pengelola gedung wajib mempunyai performa lebih dalam mengelola komunikasi dengan cara efisien serta manjur.
"Ke depan tantangan yang dihadapi para profesional di bidang jasa property management ini makin berat, serta susah," ucap Bambang Setiobudi, Direktur Inner City Management (ICM), Senin (20/3/2017).
Dia berkata, booming pembangunan hunian bertingkat alias apartemen di awal 2000-an sampai kini terbukti menciptakan lapangan kerja di bidang jasa pengelolaan gedung alias property management serta menjadi tumbuh pesat. Setiap tahun proyek apartemen, perkantoran, serta superblok semakin berkembang menyerap jutaan tenaga kerja.
"Mengelola apartemen berunit ribuan, umpama, persoalan mutlak yang tidak jarang dihadapi pengelola gedung merupakan tidak sedikit pemilik alias penghuni yang tidak lebih memahami aturan tinggal di bangunan vertikal yang umumnya mempunyai kepemilikan bersama. Tanah bersama, benda bersama, serta tahap bersama," kata Bambang.
Semua itu, lanjut dia, merupakan fasiltas bersama yang wajib dirawat serta diperbaiki, sebab apabila rusak anggaran yang dikeluarkan tidak terjangkau. Tidak heran, semua itu wajib bisa dipenuhi dari iuran pengeloalaan lingkungan (IPL) alias sertaa cadangan.
"Jadi, mesikipun setiap apartemen itu telah punya house rules alias aturan main, tapi itu tidak jarang tidak dijadikan pedoman oleh penghuni, mungkin sebab tidak lebih memahami peraturannya," kata Bambang.
Tak heran, lanjut dia, tidak sedikit pelanggaran yang sebenarnya tidak butuh terjadi, apabila para pemilik alias penghuni memahami betul aturan main itu. Untuk itu, pada HUT ICM ke-11 bulan ini, dirinya meminta seluruh karyawan yang saat ini berjumlah kurang lebih 9.000 orang untuk memahami situasi semacam itu sebagai tantangan.
Koordinator Komunitas ICM, Evie S, meningkatkankan bahwa langkah nyata sinergi antara pengurus Perhimpunan Pemilik serta Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS), badan pengelola, serta pemilik alias penghuni bisa diperbuat lewat pembentukan beberapa komunitas berlatar belakang kesamaan kegemaran. Kehadiran komunitas penghuni di lingkungan apartemen bisa wadah kegiatan positif yang bisa menolong badan pengelola menjalankan tugasnya.
"Komunikasi dengan penghuni bisa berlangsung dengan baik jadi apabila ada keluhan dari penghuni bisa disampaikan dengan baik, serta saling mengerti. Tujuan mutlak pembentukan komunitas itu kan menciptakan hubungan harmonis di lingkungan apartemen," kata Evie.
Terhitung sejak 2012 lalu ICM sendiri telah mengantongi predikat sebagai Pengelola Unit Rumah Susun Tertidak sedikit versi Museum Rekor Indonesia (MURI). Saat ini ICM berkembang dengan mengelola kurang lebih 40 proyek gedung residensial maupun komersial.
"Core strategy sebagai perusahaan layanan jasa semacam ini telah wajib berbasis teknologi serta itu kita softwarekan dalam program-program software mobile semacam E-Procurement, E-Payment, serta lainnya," tambahnya.
Sumber: KompasProperti
Anda sedang mencari penyedia solid surface? Kami dari CV Triem Gunung Mas melayani penjualan solid surcafe untuk kebutuhan Receptionist Table, Top Washtafel, Counter Top, Front Desk untuk kebutuhan rumah, kantor maupun usaha lainnya. Siap kirim ke seluruh Indonesia.
Hubungi kami :
CV Triem Gunung Mas
Mobile : 0813-9916-1699
Telp : 021-8673587
Email : admin2@performnite.com
Website : http://performnite.com


0 Komentar untuk "Bisnis Pengelolaan Gedung Makin Berat"